Hukum Moore atau Moore’s Law adalah hukum yang menggambarkan tren perkembangan hardware komputer dalam jangka waktu panjang. Menurut hokum moore, Perkembangan Teknologi Informasi di bidang hardware komputer meningkat dua kali lipat setiap 18 bulan atau 1,5 tahun.
Hukum moore diciptakan
oleh seorang pendiri perusahaan Intel yang bernama Gordon E. Moore. Dia
meramalkan dan menulis sebuah jurnal yang dikenal dengan hokum moore pada
sebuah majalah pada tahun 1965.
Dia meramalkan bahwa jumlah komponen industri akan mampu menempatkan pada
chip komputer akan berlipat ganda setiap tahunnya. Ramalan ini ternyata benar.
Generasi processor yang terdahulu telah banyak mengalami perkembangan sehingga
menjadi seperti generasi processor yang sekarang ini.
Dari
segi bentuknya Procesor mengalami sebuah perkembangan yang luar biasa. Hal in bisa di
lihat dari generasi IC yang hanya mempunyai puluhan atau ratusan transistor.
Dibandingkan dengan procesor dengan jenis pentium I pada tahun 1980 yang
ukurannya hanya 1cm2 sudah memiliki jutaan transistor. sedangkan Pentium II
memiliki sedikitnya 7,5 juta transistor. Tak kurang dari 40 juta transistor ada
dalam sebuah processor Pentium 4 atau Athlon XP, sampai pada munculnya
processor dual-core yang memiliki 1,7 miliar transistor.
Semakin tinggi kualitas dari sebuah processor semakin
tinggi pula kecepatan memproses pada sebuah komputer. Dari generasi pertama
sampai saat ini ukuran dan kecepatan sebuah computer yang diawali dengan
megahertz (MHz) dan berkembang menjadi gigahertz (GHz). Hal ini perupakan
sebuah bukti kebenaran dari prediksi hukum moore.
Perkembangan processor dari generasi lama hingga generasi baru :
1989
- 80486
Intel i486 merupakan CPU pertama dengan lebih dari satu juta transistor. Chip 32 bit ini bekerja dengan clock sampai 100 MHz. Chip ini dipasarkan sampai pertengahan tahun 90-an
Intel i486 merupakan CPU pertama dengan lebih dari satu juta transistor. Chip 32 bit ini bekerja dengan clock sampai 100 MHz. Chip ini dipasarkan sampai pertengahan tahun 90-an
1993 - Pentium
Dengan lebih dari 3 juta transistor, CPU ini menyimpan sebuah bug. Pentium berjalan dengan kesalahan pemrosesan paling parah sepanjang sejarah
1997 - Pentium II
Pada tahap pengembangan terakhir, kinerja Pentium II mencapai 450 MHz dan menampung sekitar 7,5 juta transistor. Ini mungkin karena cache-nya diintegrasikan ke dalam CPU.
1998 - Celeron
Celeron, CPU ekonomis Intel, dengan struktur berbasis pada Pentium II, tetapi tanpa ketersediaan cache level 2 (L2)
1999 - Pentium III
Processor dengan slogan marketing : Deangan sebuah "Internet Streaming Extension", Pentium III mendukung lebih banyak proses secara paralel. Didalamnya terdapat 44 juta transistor.
2000 - Pentium 4
Clock lebih tinggi, itulah keistimewaan Pentium 4. Kinerja maksimalnya mencapai 3,8 MHz. Processor ini bahkan menawarkan task lebih banyak pada proses yang sama.
2002 - Itanium 2
Processor 64 bit dengan 221 juta transistor ini diluncurkan ke kancah pertarungan dengan frekuensi clock maksimal 1 GHz. CPU ini tidak sukses. Namanya pun berhubungan dengan kapal legendaris, Titanic.
2003 - Pentium M
Merupakan CPU notebook yang dirampingkan (77 juta transistor). Chip ini merupakan "obat" bagi model Pentium 4 yang boros konsumsi daya dan menjadi basis untuk processor Intel Core.
2006 - Core 2 Duo
Core 2 Duo mengintegrasikan hampir 300 juta transistor dan dua core pada sebuah bidang berukuran hanya 143 mm kubik (fabrikasi 65 nm) dan bekerja dengan clock maksimal 3,33 GHz.
2008 - Core i7
Empat core. fabrikasi 45 nm dan 731 juta transistor membuat Core i7 menjadi CPU Intel paling cepat saat ini.
Sumber :

0 komentar:
Posting Komentar