WHAT'S NEW?
Loading...
Karakter Dalam Sistem Unicode

Sebagai manusia modern, kehidupan kita tidak terlepas dari yang namanya komputer. Dengan komputer, kita bisa melakukan banyak hal seperti mengetik, membaca e-book, dan sebagainya. Nah, untuk mengetik kita memerlukan karakter dan huruf. Biasanya, komputer menggunakan karakter dari tulisan latin dalam outputnya. Bagi kita yang berbahasa Indonesia, akan lebih mudah menginput karakter tersebut karena masih sama dengan tulisan latin, begitu pun dengan bahasa Inggris, Latin, Belanda, Prancis, dan bahasa lain yang tidak menggunakan aksara.
Lalu bagaimana dengan pengguna komputer yang bahasanya menggunakan tulisan aksara? Misalkan orang Jepang, China, dan Korea. Apa mereka harus mengubah aksara mereka hanya demi menulis di komputer? Tentu tidak! Semua itu dapat terjawab dengan adanya istilah Unicode. Apa itu Unicode? Mari kita sama-sama menyimak pembahasan berikut.

PENGERTIAN
            Nah, setelah kalian membaca pembukaan yang panjang tadi, pasti kalian penasaran apa sih Unicode itu? Unicode adalah suatu standar industri yang dirancang untuk mengizinkan teks dan simbol dari semua sistem tulisan di dunia untuk ditampilkan dan dimanipulasi secara konsisten oleh komputer. Aksara Jawa, Arab, Jepang, China, Korea, semua dapat di-input-kan ke dalam computer dengan adanya sistem Unicode ini.
            Unicode meripakan karakter set dengan kemampuan multi-lingual. Saat ini hamper semua vendor sistem operasi mendukungnya. Unicode merupakan sistem pengkodean yang digunakan selain ASCII dan EBCDIC pada sistem computer. Unicode sering disebut dengan Double Byte Character (set karakter ASCII yang menggunakan dua byte untuk tiap karakter. Mampu mengolah 65.536 kombinasi karakter sehingga mampu mengolah kata dari beragam bahasa di dunia.

KEGUNAAN
            Selain untuk memudahkan penulisan karakter unik, Unicode juga bisa digunakan sebagai fasilitas untuk melindungi folder di flashdisk kita yang berisi dokumen-dokumen penting agar tidak mudah terinfeksi serangan virus nakal. Caranya adalah dengan memasukkan karakter Unicode kedalam nama folder yang ingin dilindungi.
            Berikut adalah cara menggunakan Unicode:
1.  Buka Character Map dengan cara mengetikkan ‘charmap’ pada run.


     2.   Lalu akan muncul seperti ini. 



     3.   Pilihlah salah satu karakter yang tidak biasa, misal China, Jepang, atau Korea. Pilih select lalu pilih copy.
     4.   Ubah folder anda dengan mem-paste-kan karakter tersebut.

Mudah, bukan? Tapi jika anda dapat menulis dengan karakter asing, ada cara yang lebih mudah dan dapat pula anda gunakan dengan cepat jika sedang butuh. Cara ini dapat digunakan pada windows 7 ke atas.
Berikut caranya (menggunakan windows 10):
1.      Buka start, ketikkan region and language, enter.
2.      Klik tanda + pada add a language.

3.      Lalu pilih bahasa yang anda sukai, lalu klik dua kali.
Nah, sekarang anda bisa mengetik dengan bahasa yang anda sukai. Tentunya tidak semua susunan hurufnya sama dengan qwerty.
Berikut adalah contoh folder yang menggunakan karakter Unicode dari device yang saya gunakan.

Nah, sekian bahasan singkat saya mengenai karakter sistem Unicode. Saya yakin anda juga pasti sudah bosan membaca artikel ini. Pada intinya, karakter sistem Unicode ini sangat membantu dalam banyak hal termasuk perlindungan dari virus computer. Semoga artikel ini membantu.

source: http://12650077-si.blogspot.co.id/2013/04/apa-itu-unicode.html
rupinozchocolatos.blogspot.com/2010/10/kegunaan-karakter-unicode.html

Teknologi komunikasi mengalami perkembangan yang sangat cepat terutama untuk teknologi mobile atau biasa kita sebut sebagai jalur atau jaringan selular.seperti yang telah kita ketahui, Saat ini generasi mobile network telah sampai di generasi empat atau 4G. Sebelum 4G juga terdapat teknologi pendahulunya yaitu 1G, 2G, dan juga 3G.







Teknologi 1G

1G adalah singkatan atau kepanjangan dari First Generation yaitu generasi pertama dari teknologi jaringan komunikasi, pada dasarnya merupakan sinyal radio yang ditransmisikan dalam bentuk Analog. 1G dapat mengirim pesan teks dan membuat panggilan, namun 1G memiliki kelemahan terbesar, yaitu ketersediaan jaringan yang terbatas.



Teknologi 2G

2G adalah singkatan atau kepanjangan dari Second Generation yaitu generasi kedua dari teknologi jaringan telepon selular dan yang pertama menggunakan enkripsi digital pada suatu percakapan.

2G menjadi jaringan telekomunikasi seluler generasi kedua yang diluncurkan secara komersial pada standar GSM. Jaringan 2G adalah yang pertama untuk menawarkan layanan data dan pesan teks SMS.

Jaringan 2G didasarkan pada jaringan digital, mampu meningkatkan kualitas panggilan dan juga mengurangi transmisi data yang kompleks. Keuntungan dari jaringan 2G memungkinkan konektivitas di seluruh dunia, dalam bentuk Semi Global Roaming.



Teknologi 2.5G (GPRS)

Generasi 2G berkembang menjadi 2.5G GPRS. GPRS adalah singkatan dari General Packet Radio Service, secara teori memiliki kemampuan transfer data maksimal mencapai 50 kbit/detik.



Teknologi 2.75G(EDGE)

Generasi 2.75G EDGE. EDGE adalah singkatan dari Enhanced Data Rates for GSM Evolution, memiliki kecepatan transfer teoritis maksimum 1 Mbit/detik (dalam prakteknya 500 kbit/detik).



Teknologi 3G

3G adalah singkatan atau kepanjangan dari Third Generation yaitu generasi ketiga dari teknologi jaringan telekomunikasi, telah menjadi populer terutama kemampuan mengakses Internet melalui perangkat seperti ponsel pintar atau smartphone dan tablet.

Jaringan 3G menawarkan kecepatan transfer data yang lebih cepat dari 2G dan yang pertama untuk memungkinkan panggilan video.

3G, memiliki kecepatan transmisi yang berkisar antara 384 Kbps – 2 Mbps. 3G sebenarnya memiliki kemampuan transmisi data yang lebih, memungkinkan panggilan suara dan video, transmisi file, internet, TV online, melihat video kualitas tinggi, bermain game dan banyak lagi.



Teknologi 3.5G

3.5G adalah kemajuan perkembangan dari 3G, terkadang disebut juga Turbo 3G atau HSPA.

Teknologi HSPA adalah singkatan dari High Speed Packet Access yaitu Paket Akses Kecepatan Tinggi. Secara garis besar ini merupakan penggabungan dari dua protokol telepon selular yaitu HSDPA dan HSUPA.

HSPA dapat berkembang dan meningkatkan kinerja jaringan telekomunikasi generasi ketiga 3G dengan memanfaatkan jaringan WCDMA. Teknologi ini pertama kali mampu mencapai kecepatan transmisi hingga 14 Mbps untuk download dan 5.76 Mbps untuk upload.



Teknologi 3.75G

3.75G adalah kemajuan perkembangan yang ditingkatkan dari HSPA yaitu HSPA+ atau disebut juga Evolved HSPA, dirilis tahun 2008 dan digunakan di seluruh dunia berikutnya mulai tahun 2010. Secara teoritis Teknologi ini mampu mencapai kecepatan hingga 42 Mbps.



Teknologi 3.9G

3.9G adalah kemajuan dari HSPA+, bisa disebut juga Advanced HSPA+ dan awal mula dari teknologi LTE untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan. LTE telah melakukan banyak pengujian kecepatan hingga memiliki beberapa macam kategori yang selanjutnya mampu mencapai standar untuk 4G.



Teknologi 4G

4G adalah singkatan atau kepanjangan dari Fourth Generation yaitu generasi keempat dari standar teknologi komunikasi telepon selular. Jaringan 4G, diyakini memberikan banyak fitur dan nilai tambah dari 3G.

Selain memiliki semua fasilitas 3G, transmisi data 4G diyakini mempunyai kecepatan transmisi berkisar antara 100 Mbps – 1 Gbps. Percakapan, internet, chatting, jejaring, permainan, video atau apa pun fitur yang ada di dalamnya dapat dinikmati lebih baik dari 3G.



Teknologi jaringan 5G

5G adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan generasi teknologi jaringan mobile kelima yang akan datang.

Saat ini, 5G tidak menunjuk ke tipe teknologi tertentu. Ketika 4G memiliki sinonim dengan LTE (Long Term Evolution), belum ada standar jaringan 5G yang disepakati bersama. Namun, beberapa teknologi pendukung sepertinya sudah mulai bermunculan.

Jika dibandingkan dengan koneksi 4G, kualitas utama dari jaringan 5G adalah kecepatannya jauh di atas 4G. Kecepatannya akan jauh lebih cepat dibandingkan jaringan yang ada saat ini.

Samsung mengklaim kecepatan 5G sebesar 7,5 Gbps sementara Nokia mengklaim 10 Gbps, sedangkan tahun lalu, kecepatan 5G yang ditangani oleh University of Surrey mencapai 1 Tbps, sebuah kapasitas yang sama dengan fiber optik. Ini amat sangat menakjubkan untuk jaringan nirkabel. Namun, semua pengujian itu dilakukan sesuai kondisi laboratorium. Yang dibutuhkan adalah perkiraan kecepatan akhir dari jaringan 5G yakni pengujian di lapangan.







Hukum Moore atau Moore’s Law adalah hukum yang menggambarkan tren perkembangan hardware komputer dalam jangka waktu panjang. Menurut hokum moore, Perkembangan Teknologi Informasi di bidang hardware komputer meningkat dua kali lipat setiap 18 bulan atau 1,5 tahun.




Hukum moore diciptakan oleh seorang pendiri perusahaan Intel yang bernama Gordon E. Moore. Dia meramalkan dan menulis sebuah jurnal yang dikenal dengan hokum moore pada sebuah majalah pada tahun 1965.
Dia meramalkan bahwa jumlah komponen industri akan mampu menempatkan pada chip komputer akan berlipat ganda setiap tahunnya. Ramalan ini ternyata benar. Generasi processor yang terdahulu telah banyak mengalami perkembangan sehingga menjadi seperti generasi processor yang sekarang ini.
Dari segi bentuknya Procesor mengalami sebuah perkembangan yang luar biasa. Hal in bisa di lihat dari generasi IC yang hanya mempunyai puluhan atau ratusan transistor. Dibandingkan dengan procesor dengan jenis pentium I pada tahun 1980 yang ukurannya hanya 1cm2 sudah memiliki jutaan transistor. sedangkan Pentium II memiliki sedikitnya 7,5 juta transistor. Tak kurang dari 40 juta transistor ada dalam sebuah processor Pentium 4 atau Athlon XP, sampai pada munculnya processor dual-core yang memiliki 1,7 miliar transistor.
 
Semakin tinggi kualitas dari sebuah processor semakin tinggi pula kecepatan memproses pada sebuah komputer. Dari generasi pertama sampai saat ini ukuran dan kecepatan sebuah computer yang diawali dengan megahertz (MHz) dan berkembang menjadi gigahertz (GHz). Hal ini perupakan sebuah bukti kebenaran dari prediksi hukum moore.
 
Perkembangan processor dari generasi lama hingga generasi baru :

1989 - 80486
Intel i486 merupakan CPU pertama dengan lebih dari satu juta transistor. Chip 32 bit ini bekerja dengan clock sampai 100 MHz. Chip ini dipasarkan sampai pertengahan tahun 90-an

1993 - Pentium
Dengan lebih dari 3 juta transistor, CPU ini menyimpan sebuah bug. Pentium berjalan dengan kesalahan pemrosesan paling parah sepanjang sejarah

1997 - Pentium II
Pada tahap pengembangan terakhir, kinerja Pentium II mencapai 450 MHz dan menampung sekitar 7,5 juta transistor. Ini mungkin karena cache-nya diintegrasikan ke dalam CPU.

1998 - Celeron
Celeron, CPU ekonomis Intel, dengan struktur berbasis pada Pentium II, tetapi tanpa ketersediaan cache level 2 (L2)

1999 - Pentium III
Processor dengan slogan marketing : Deangan sebuah "Internet Streaming Extension", Pentium III mendukung lebih banyak proses secara paralel. Didalamnya terdapat 44 juta transistor.

2000 - Pentium 4
Clock lebih tinggi, itulah keistimewaan Pentium 4. Kinerja maksimalnya mencapai 3,8 MHz. Processor ini bahkan menawarkan task lebih banyak pada proses yang sama.

2002 - Itanium 2
Processor 64 bit dengan 221 juta transistor ini diluncurkan ke kancah pertarungan dengan frekuensi clock maksimal 1 GHz. CPU ini tidak sukses. Namanya pun berhubungan dengan kapal legendaris, Titanic.

2003 - Pentium M
Merupakan CPU notebook yang dirampingkan (77 juta transistor). Chip ini merupakan "obat" bagi model Pentium 4 yang boros konsumsi daya dan menjadi basis untuk processor Intel Core.

2006 - Core 2 Duo
Core 2 Duo mengintegrasikan hampir 300 juta transistor dan dua core pada sebuah bidang berukuran hanya 143 mm kubik (fabrikasi 65 nm) dan bekerja dengan clock maksimal 3,33 GHz.

2008 - Core i7
Empat core. fabrikasi 45 nm dan 731 juta transistor membuat Core i7 menjadi CPU Intel paling cepat saat ini.


Sumber :